Sabtu, 2 Julai 2011

Kuala lumpur 1850 - 1930 Hj Abdullah Hukum ...19.

Raja Muda hairan .

Raja Muda hairan tiada pernah mendengar nama Kelang dan belumpernah berjumpa dengan orang Kelang .
perarakan orang besar di Raja
Apa bila ditanya nya lagi tentang dari mana asal saya ....maka saya jawab ....saya berasal dari Jambi ......ketika itu juga Raja Muda terus tanyakan peri hal Syultan Thaha , yang rupanya dia kenal pula . ..Mujurlah dia tiada berapa kenal sangat akan Raja Jambi itu , jikalau tidak terbukalah tembelang kami .

     Sedang kan saya tiada berapa tahu akan hal tentang Raja Jambi itu , mujurlah saya dah tahu dia Raja Jambi itu dah tua ......Jadi apa2 pertanyaan

saya jawab belau telah tua dan saya telah lama meninggalkan Sumatra .
Dalam hal demikian kami diterima dengan baikdan makanan kami seperti hidangan orang2 besar kerajaan , yang dihidang kan ber dulang2 ,keadaan saya senan tiasa berdebar2.

     Pada masa itu saya bermalam di rumah Raja Muda , manakala kawan2 saya tidur pada rumah yang lain .
Raja Muda memberi saya seorang menjaga saya  tidur waktu itu .

Besok nya ditanya apa hajat datang , maka kami katakan bahwasanya kami hendak membeli kerbau maupun lembu , sebab saya telah menjadi Putra Raja maka pertuturan kami diantara saya dengan Raja Muda , yaitu pakai adinda kekanda saja seperti semua raja2 bertengku berpatik saja kepada saya .

Raja Muda memberi tahu ,yang saya boleh membeli kerbau tapi katanya hendak lah membayar cukau kepada
Raja Mansyur  itupun boleh saya uruskan kata nya .

     Kira2 dua hari lama nya Raja Mansyur datang lah atas jemputan Raja Muda tadi , maka Raja Muda bertitah  mengatakan saya datang hendak kehulu membeli kerbau dan bertitah hendah nya dilepaskan dari pada cukai kecuali orang saya .

sekawan kerbau
Raja Muda berpesan juga agar menjaga saya , anak Raja ini datang dari pada Kelang dan telah mintak izin dengan kita , wajib bagi kita menjaga nya jika tidak malu lah kita ....begitu lah pesannya kepada Raja Mansyur ...Harga kerbau itu se tinggi nya 16 ringgit seekor dan kerbau balar 14 ringgit.

      Denga titah Raja Mansyur itu kerbau dibawa ketepi sungai , dapat lah kami memilih mana yang kami mau
Dapat lah sa'at itukami membeli  45 ekor  dengan lembu sebanyak 30 ekor ......Saya singgah di rumah Raja Mansyur di Dungun dan saya di hormati orang jangan kan sebut makanan bermacam macam yang di antarkan kepada saya .....Apa bila saya balik ramai orang yang mengantar kan kami sampai ke Padang Janik dan disinlah kami berpisah dengan Raja Mansyur dan ber salam2am

      Perjalanan ke Kuala Lumpur waktu itu selama 16 hari ...maka kami berjalan balik dengan barang dagangan kami kerbau dan lembu dan sampai di Kuala Lumpur semua habis  dijual , dan saya tiada kuasa lagi hendak berjalan jauh inilah kali terakhir saya dan penghabisan berniaga kerbau ...



bersambung ; Menjadi Ketua dan Menangkap Penyamun.

Jumaat, 1 Julai 2011

Kuala lumpur .1850--1930. Hj Abdullah Hukum. ..12.

Orang Melayu Berkebun.


Tuan Hj Abdullah Hukum
Apa kala aman telah tersiar di Kuala Lumpur maka orang Melayu, dari segala suku bangsa dari Sumatra ramai yang datang , dan membuka tanah kebun serta membuat kampung ... Seperti orang Minangkabau , Kerinci, Mahdailing, Bangkahulu, Kampar , Tambusai , dan dari tempat lain seperti Bugis dari Celebes ( Sulawesi Selatan )dll.

    Di antara tanaman yang disukai masa itu ialah kopi dan lada hitam , oramg mulai berladang di Setapak , Hulu Gombak , Batu , Pudu , Petaling , serta tempat lain nya di sekitar Kuala Lumpur, dan saya pun kata Tuan Hj Abdullah Hukum; pada suatu hari  pergi menghadap Raja Laut di rumah nya kebetulan rumah nya di hadapan sekolah Melayu Gombak Lane ( dahulu namanya Kuala Gombak )..Adapun Raja Laut ialah putra Syultan Muhammad yang jadi Raja muda Selangor waktu itu.


     Kedatangan saya menghadap itu yaitui kerena mau memintak tanah, mujur bagi saya permintaan saya dilulus kan dan di bagi sepucuk surat kebenaran , serta sepucuk surat lagi pengangkatan saya sebagai Ketua dengan gelaran Penghulu Mesjid.   Oleh yang demikian ramai lah orang kita Kerinci mengikut saya dan tinggal Pudu yaitu dinama kan Bukit Bintang Sekarang .

meneroka tanah baru
     Duduklah ( tinggalah ) kami disitu dengan aman, bertanam sayur , tebu, pisang, dan sireh serta pokok yang cepat berbuah . Sedang kan ditempat lain banyak orang membuka sawah ...di Pudu saya lebih kurang enam tahun ke tujuh tahun .

     Di antara ber bagai perkerjaan yang saya teiah saya lakukan dan juga jadi nahkoda ,mengambil upah atau tambang membawa beras dari Kelang ke Kuala Lumpur dengan perahu , dengan upah sekoyan 40 ringgit ( 3 pikul = 3 x 62 kg takaran sekarang ), perahu saya buatan orang Linggi ( Negri Sembilan sekarang ) sedangkan pelayaran saya dari Kelang ke Kuala Lumpur selama 10 atau 15 hari dgn bergalah menyusuri sungai Kelang , kalau dimusim hujan hanya 3 atau 4 hari saja


      Orang puteh waktu tak lah ramai hanya ada lima enam  orang , yang ramai orang puteh di Melaka .
Pada masa itu yaitu Tuan Douglas , Tuan Sawyer dll , yang jadi kepala mata mata ( polis = polisi ) waktu itu ialah Sarjan Mejar ( sersan mayor ) Ahmad dan Sarjan Long orang dari Melaka ... Saya mula mula berjumpa orang ini di rumah Kapitan Yap Ah Loy ( yang orang angap dia orang pertama mendiri kan Kuala lumpur )untuk mendengar bicara ( sidang ) beberapa orang tertuduh mencuri padi , kerena saya sebagai Penghulu wal hasil nya bicara bi buang kerena tiada cukup bukti dan keterangan .


Yap Ah Loy
       Jalan jalan ketika itu keluar masuk Kuala lumpur belum ada , hanya melalaui jalan sungai dan jalan setapak melalui hutan mengikutti jejak orang ....Sedang kan rumah2 terdiri dari bertembok tanah liat beratap daun bertam atau rumbia ( sejenis palma yang tumbuh meliar di hutan atau pantai ) di Java Street dan Ampang Street sekarang . Sedangkan Jembatan di Java Street di perbuat dari pada buluh ( bambu )dan jembatan di pasar nya hanya dua batang kayu , dan setelah orang puteh ( Inggeris )masuk baru jembatan itu ditukar dengan papan dan lebih baik dari dulu .


       Pada suatu ketika Kuala lumpur telah terbakar habis jadi abu semua , kecuali rumah Kapitan Yap Ah Loy kerena rumah tsb jauh tiada dapat disambar api ... Setelah itu di ganti lagi dengan lebih banyak lagi rumah didirikan walaupun demikian masih mengunakan bahan2 yang sama , tak lama selepas itu air bah besar pula ,maka hanyut lah rumah2 itu dan musnah di bawa arus ...Dan habis didirikan lagi lebih banyak dari yang hanyut ......Tiada selepas itu terbakar pula diwaktu siang api yang berpunca kata orang dari rumah Hj Ali yang sedang memasak nasi minyak..setelah itu dibangun lagi lebih banyak lagi dan orang pun dah bertambah ramai .

       Pada masa Raja Mahmud Ibn Syultan Muhammad menjadi Penghulu Kuala Lumpur saya mendapat lagi sepucuk surat kebenaran membuka tanah kebun di Bukit  Nenas kemudian , setelah itu saya mendapat lagi sepucuk surat dari Tuan Maxwell dan Raja Laut yaitu membuka Sungai Putih ( Bangsar Road sekarang ).


bersambung; Kekayaan dan Pergaduhan Melayu .

Rabu, 29 Jun 2011

Kuala lumpur 1850 - 1930 Hj Abdullah Hukum ..16.

 BERDENTUM BUNYI MERIAM.

Kira kira pukul sepuluh pagi sampai lah di Batu tiga  jalan Ampang , tiba tiba saya terkejut mendengar meriam mula nya satu satu dan jarang jarang kemudian rapat rapat .  Di situ saya berjumpa dengan Enchek Atin orang Rembau lantas saya tanyakan kepada nya apa yang terjadi dengan bunyi dentumam itu , mungkin Kapitan Yap Ah Loy semayang kata nya .
    Saya pun terus ke Hulu Kelang dan bermalam disana , tetapi bunyi meriam itu tiada henti nya . Kira kira pukul empat pagi kedengaran bunyi letupan kuat sekali bagai kan halilintar dan bumi bergegar di kala itu...
Pada pagi itu  setelah minum kopi saya pun hendak bertolak ke Bentung , dan apa bila sampai di Batu Bertabur  ( Kelang Gate sekarang ) orang disitu pada terkejut bahkan ada yang berlaria kesana kemari oleh kerena mendengar bunyi letupan yang mengegarkan bumi , konon nya Kapitan Yap Ah Loy sedang berperang dengan orang puteh di Kuala Lumpur .
    Saya pun terkejut mendengar perkhabaran itu , membuat saya serba salah jika saya teruskan perjalanan , tentu nya anak isteri saya terbiar , kalau saya balik kerumah menjalang anak isteri saya barangkali kerbau saya akan hilang atau di ambil orang .
    Akhirnya saya mengambil keputusan , dan wajib atas diri saya menjaga keselamatan anak isteri saya dan terserahlah bertawakal kepada Allah akan kerbau kerbau saya itu yang telah saya upah orang membawa nya .
saya pun terus patah balik ke Kuala Lumpur , Dengan keadaan tergopoh gapah mengikut orang ramai yang dalam keadaan huru hara dalam perjalanan balik saya tengok orang pada tak tentu hala di sana sini .
     Bunyi letusan itu semakin terasa , memang tak syak lagi pasti lah di Kuala Lumpur datang bunyi letusan itu, apa bila saya semakin dekat dengan Kuala Lumpur tidak pula disitu asal nya letusan itu . Dan semakin saya dekat dengan Kuala Lumpur malah orang orang di situ pun tercengang pula medengar bunyi itu , bagai mana kuat bunyi nya waktu saya Hulu Kelang begitu pula di Kuala Lumpur .
     Orang orang di Kuala Lumpur tiada berperang tetapi menjadi huru hara denga membawa perkhabaran begini begitu pada hal tiada satu pun perkhabaran yang betul .  ....Petang itu bunyi telah senyap tiada lagi kedengaran . Keesok hari nya saya berangkat untuk menyongsong  orang membawa kerbau saya , dan kira kira empat hari sampailah  saya balik di Kuala Lumpur dengan selamat serta kerbau kerbau itu .
     Tak berapa lama datanglah perkhabaran dari pihak orang yang tahu bahwasanya ituadalah letusan gunung berapi di Lampung ( Selat Sunda ) dan dinama kan orang lampung pecah ......


bersambung; membeli kerbau ke 2.

Jumaat, 24 Jun 2011

Kuala lumpur ..1850--1930. Hj Abdullah Hukum ...10.

ORANG KERINCI MENUNTUT BELA.


Adapun orang yang mengambil upah mengalas timah dan beras di antara Sungai Ujung dan Kuala lumpur diantara nya orang kebanyakan orang Kerinci , dan Cina ada 2..3 orang saja .

Pada suatu hari kumpulan orang Kerinci yang pergi mengalas timah itu telah di samun orang , oleh karena orang Kerinci ini melawan maka suatu perkalahian pun terjadi . Walau pun barang galas tsb

dapat diselamat kan ,tapi malang nya salah seorang telah ter korban dipihak orang Kerinci .

Dan kemudian disiasat didapati yang ketua punyamun itu adalah Panglima Muda Sepajar orang Batu bara , yaitu anak buah Raja Mahmud. Lapan hari setelah itu perkhabaran sampailah kepada orang Kerinci di Sungai Ujung ( Seremban sekarang ), oleh yang demikian itu maka orang Kerinci mengadakan musyawarat karena hendak menuntut diat ( bela )atas kematian tsb kepada Raja Mahmud itu

Apa bila Engku Tua telah memberi izin, maka orang Kerinci pun berjalan lah ada lebik kurang tiga puluh orang semua nya, diantaranya Imam Perang Alam ,..Hj Arsyad ,..Hj Mansyur ,..Hj Abdul Latif,..Hj Muhammad Shah,..dan saya sendiri Hj Abdullah Hukum .

Apa bila sampai diBangi rumah Raja Mahmud kami di sambut dengan baiknya dan dipersilakan kami masuk kedalam oleh Raja Mahmud, serta dipersila kami duduk dan dorong nya tepah sireh serta bertanya apakah hajat kedatangan kami ..

Apa bila sireh sudah dikapur maka Imam Perang Mangku, dia sebagai juru kata dan ketua kami orang Kerinci itupun berkata . Harap diampun Tengku ....adapun kedatangan patik-patik ini hendak mengadu seorang dari pada waris kami telah mati di kawasan Tengku, itulah sembah patik jika hilang mintak dicari , jika tercicr minta dipugut, kalau luka mintak dipampas, jikalau mati mati mintak di diat. Ada sejurus lama nya maka Raja Mahmud pun tidak tidak ber panjang madah lagi, melain kan mengaku akan membayar diatnya

Ketika itu jua beliau bertitah kepada adinda nya Raja Manan suruh berikan sarung keris bersadur emas akan jadi tanda diat nya dan beliau bersabda apa bila beliau sampai di Sungai Ujung akan ditebus sebanyak 100 ringgit . Maka tanda itu pun kami terima yang di wakili Imam Perang Mangku seraya kami pun mau minta diri


, tetapi Raja Mahmud menyuruh kami duduk lagi sebentar . Kami pun duduk lah dan Raja Mahmud bertanya akan perihal orang Bugis di Rekoh itu , katanya dia hendak menghalau orang Bugis dari situ , maka di jawab Imam Engku Tua yang bahwasanya adapun orang bugis diRekoh itu akan melanggar daerah Tengku, mendengar perkhabaran begitu . Maka Raja Mahmud mengajak kami berpadan supaya apa bila Orang bugis datang melanggar orang Kerinci belot, kerana salama ini orang bugis mengangap orang Kerinci setia pada mereka. Setelah itu kami pun mengaku setia denga Raja Mahmud
maka kami pun balik dengan menghadap Engku Tua mengatakan yang Raja Mahmud mengaku akan membayar diat nya , maka kami pun beredar dari situ menuju Sungai Ujung ( Seremban )......


bersambung.Bugis Rekoh Alah.

Khamis, 23 Jun 2011

Kuala lumpur 1850 - 1930 Hj Abdullah Hukum ....6

PERANG  RAJA PAHANG  DAN  RAJA LAYANG


Aman sejahtera telah tersiar di Kuala lumpur tetapi hanya kira - kira sebulan  saja
 setelah itu datang perkhabaran yang lebih menggegarkan orang  di Kuala Lumpur , yang mengatakan orang Pahang sudah  hampir ke Hulu Kelang adapun orang Pahang itu datang hendak melanggar Kuala lumpur dgn beribu orang banyak nya .
   Kepala -kepala nya yang saya ingat ( 1 ) Panglima Garang Ishak ..(2) Encik Mat Saman (3)..Datuk Gajah (4)..Orang Kaya Pahlawan (5)..Orang Kaya Jeli (6) ..Orang Kaya Temerloh (7)Datuk Muda Sulaiman (8)...
Imam Perang Mahkota .....
Raja Mahmud
   Peperangan pun terjadi di antara orang Mandailing di Hulu Kelang , akhir nya orang Mandiling tewas dan daerahnya ditawan oleh orang Pahang .
            Tersebut lah kisah Raja Layang orang Minang kabau yang melarikan diri di waktu hendak menjalani hukuman dapat melaskan diri , rupa nya dia sampai di Sungai Ujung (Seremban )mendapat kan Tuan Syiek Muhammad Taib , Tuan Syiek Muhammad Ali  , dan Haji Muhammad Saleh Pengulu Rawang dahulu
   Dia pun dapat bantuan dari sana dan beratus - ratus pingikut nya sampai lah di sebelah hilir Kajang lalu membuat kubu disitu hendak melangar Kajang
   Perkhabaran itu terdengar oleh Raja Berayun lalu diberi tahu Raja Mahmud di Kuala Lumpur . Mendengar perkhabaran itu berangkatlah Raja Mahmud ke Kajang dengan segala pahlawan nya saya pun ikut mengiringi nya , tetapi Raja Layang melari kan diri sebelum Raja Mahmud sampai di Kajang
   Raja Mahmud sangat murka kepada Raja layang ,ada yang memberi khabar Raja Layang lari ke Rekoh meski pun ramai orang yang memberi nasehat jangan turut akan Raja Layang , tetapi Raja Mahmud bersekeras juga kata nya ada suadara nya di Rekoh dan Raja Mahmud sampai juga di Rekoh .
  Kata Tuan Hj Abdullah Hukum .....disitu saya tengok betapa ganas nya tangan Raja Mahmud dengan bertemu dengan orang Minang kabau; ..Di tanya oleh Raja Mahmud .......awak orang mana ......lalu di jawab orangtersebut .....saya orang Minangkabau .....ditanya lagi .....siapa ketua kamu ......dijawab Raja Layang ....
   Lalu ditikam nya orang tersebut sehinga mati ... Raja Mahmud terus ke Rekoh dan terjumpa pula orang Kerinci disana lalu dia tanya dimana rumah orang Minang kabau  nama Hj Abdul Samad , setelah diberi tahu akan rumah Hj Abdul Samad dan berjumpa denganya lalu dia tanya .....siapa ketua Pak Haji ......dijawab Tuanku lah ...Mendengar jawaban itu Hj Abdul Samad dipeluk oleh Raja Mahmud dengan suka cita nya . seandai nya Pak Haji tadi tiada berketua akan diri nya pasti Pak Haji di tikam nya sampai mati .
   Denga tiba- tiba Raja Mahmud mengeluarkan duit sepuluh ringgit untuk menguburkan orang yang mati ditikam nya tadi , maka kami pun balik ke Kuala Lumpur ....
  Sampai di Kuala Lumpur Raja Mahmud pun gusar pula kerena orang Pahang yang di Hulu Kelang berniat pula hendak melanggar Kuala Lumpur .....orang - orang di sa'at itu terdiri dari suku bangsa ber belah bagi mau ikut yang mana .....Cuma satu suku bangsa yang tak ikut mana - mana pihak yaitu orang Kerinci
   Karena orang ini berniaga dari Sungai Ujung ke Kuala Lumpur dengan mengalas ..setelah mendengar perkhabaran orang Pahang sudah pula sampai di Tangga Cina
   Maka orang dari Kuala Lumpur keluar lah , maka belaku perang di tangga cina , sementara kami bersama pengiring Raja Mahmud  yang lain nya pergi ke Ampang berperang lah di situ berlawan dgn Orang Pahang ,.ada beberapa hari berperang di sana tiada lah bertahan lama karena makanan tiada cukup , maka balik lah
keKuala Lumpur tinggal dalam kubu masing - masing .,sedang kan orang Pahang mendesak ke Kuala Lumpur
kerena ini telah di ketahui oleh Raja Mahmud dan beliau tak keluar lagi ....

bersambung..

Kuala lumpur 1850 - 1930 Hj Abdullah Hukum ....9

KUALA LUMPUR ALAH                                                                  

Setelah musyawarat diadakan pada malam itu untuk mencari pemikiran dan hal yang ditampi teras serta terdapat kebimbangan akan kekuatan musuh , dan keputusan nya ialah ber undur ....

lukisan perang orang duhulu
     Pada ke esok hari nya , beras dan makanan lain di bagi mengikut kelompok orang - orang yang ada dalm kubu itu  untuk bekal melari kan diri . Pada mula lari ke Pudu ,dengan di dahului kaum perempuan dan kanak -kanak mana kala yang lelaki berjalan di belakang , untuk menghalang musuh kalau ada yang datang.

     Dari Pudu dari terus keHulu Kelang ikut jalan hutan jua , rupanya musuh mengetahui kami melari kan dan memburu dari belakang , maka kamipun tukar arah lari pula ke Hulu Gombak dan Hulu Batu . Akhirnya tembus ke Batu dekat rumah Pasung ( Cheking Station sekarang  ). Dari sana kami lari ke Parit tengah Bukit Kancing ,dan dari situ Raja Mahmud  serta sekelian orang Madailing terus perg i ke Kuala Kubu .

     Sedangkan Tengku Panglima Raja ayahnda Raja Mahmud masaitu tinggal di Cheras dan berkubu disitu untuk menjaga musuh bersama Raja Berayun dan Raja Mampang seta para hulubalang nya .
Raja Laut Ibni Syultan Muhammad  pun lari ke Kuala kubu jua , mana kala waris - warisnya di Kelang bertaburan lari setengah nya ke Cheras dan ke Beranang serta ke Semenyeh .

      Dan kata yang punya cerita ........Tuan Hj Abdullah Hukum , saya sendiri dengan empat orang kawan tak kuasa nak lari lagi lalu bersembunyi di dalam hutan Bukit kancing beberapa hari hingga keadaan reda sedikit , setelah itu kami pun keluar lah dan terus menuju Mantin.  . Tinggal lah saya di Mantin selama enam bulan .
      Dan dapat khabar yang Raja Mahmud  serta Raja Manan telah pula sampai di Kepayang ( antara Labu

dgn Seremban ). Dan lebih kurang tiga bulan maka orang pun datang memberitau yang bahwasa nya Gundik Raja Mahmud telah dilari kan oleh se orang Bugis yang nama nya Datuk Penggara yang datang dari Kuala Langat . Oleh kerana itu Raja Mahmud dan kawan - kawan nya ber siap - siaplah balik ke Bangi untuk mendiri kan benteng pertahanan di Bangi itu, maksud hendak menuntut bela jua ada nya .

      Ada pun Sungai Langat itu melalui Bangi dan terus mangalir ke Kuala Langat dimana tempat laluan Datuk Penggara itu melari kan Gundik Raja Mahmud .. Tetapi belum sempat menuntut bela berbagai - bagai halangan pula ..Pada msa itu , timah tak boleh di bawa ke Kuala Langat sebab nya Kapal perang Inggeris di sana  oleh sebab itu perniagaan timah melalui jalan darat ke Sungai Ujung ( Seremban ) dengan mengupah orang menggalas..................

bersambung.

Kuala lumpur 1850 - 1930 Hj Abdullah Hukum ....8

                                                                          Keberanian  Seorang  Perempuan '
.
srikandi photo hiasan.
Pada suatu hari sedang matahari condong ke sebelah magrib , tiba -tiba semua orang jadi gempar manakala seorang perempuan kira - kira berumur lingkungan 20 tahun bernama Cik Puteh , dia ialah isteri Raja Asal  ketua orang jawa dan berseru dihadapan orang ramai dengan suara merdu .
     Hai sekelian para hulubalang!!.. Apa fikiran kamu sekelian ? kita nampah nya hampir tewas, dan makanan pun tinggal sedikit korban pun telah banyak dipihak kita .... Jika kita bertahan begi saja tentulah se olah- olah memeram batu . sebab itu izin kan saya  pergi berperang ,saya ridho mengorban kan nyawa jika saya bertemu dengan mau sekali pun .
     Apa bila mendengar perkataan itu maka para hulubalang sekelian bertempik mengatakan ..'' Jangan Cik keluar ,selagi hayat kami dikandung badan biar lah kami yang keluar berperang .
Kemudian terjadilah cakap - cakap di antara satu sama lain riuh rendah di dalam kubu pertahan kami , dengan sekonyong - konyong kira-kira pukul tiga petang hari itu Cik Puteh kelihatan bersedia menjadi  imam perang
     Dia memakai seluwar Aceh belang merah hitam , berbaju sutra tangan pendek rambut nya terurai hingga kebetisnya, bertanjak tepelok berbenang mas serta senjata nya berkeris dan pedang serta selaras senapang .
     Oleh kerena kehebatan maka suara orang dalam kubu kami  menjadi riuh dan meransang semangat .
Diapun berkata.....'Hai Hulubalang sekelian berserah kita kepada Allah dan ikutlah saya!!!..
Maka dia pun berjalan keluar kubu berserta para hulubalang dengan tempik sorak menjadi riuh rendah bunyi nya , menuju tempat musuh yaitu orang Pahang berserta Raja Layang ditepi bukit  Timbalan ( sekarang Weld Hill nama nya )..
     Apa bila dilihat musuh kami datang ,maka keluarlah mereka menyosong nya , apalagi bertemu lah ruas dengan buku maka berperang lah dan tidak lagi saling hendap menghendap atau bertahan dalam kubu lagi.
sudah berhadapan , saling tetak menetak saling pancung memancung dan pencak silat kedua belah pihak .
kira kira pukul enam baru reda peperangan tersebut atau bersuak .
     Maksud keluar menyerang dengan langkah hendak menewaskan musuh . Apa bila perang ini bersuak berarti tiada kalah menang orang Pahang dan Raja Layang kembali ketempat pertahan nya dan begitu juga sebalik nya Cik Putih balik ke kubu dan apa yang di harap kan tiada menjadi kenyataan .
Di pihak Cik Putih sudah merasa gentar kalau - kalau musuh datang menyerang ke kubu tentu saja akan tertewas dan yang paling di risau kan ke kurangan makanan dalam kubu.