Khamis, 23 Jun 2011

Kuala lumpur 1850 - 1930 Hj Abdullah Hukum ....8

                                                                          Keberanian  Seorang  Perempuan '
.
srikandi photo hiasan.
Pada suatu hari sedang matahari condong ke sebelah magrib , tiba -tiba semua orang jadi gempar manakala seorang perempuan kira - kira berumur lingkungan 20 tahun bernama Cik Puteh , dia ialah isteri Raja Asal  ketua orang jawa dan berseru dihadapan orang ramai dengan suara merdu .
     Hai sekelian para hulubalang!!.. Apa fikiran kamu sekelian ? kita nampah nya hampir tewas, dan makanan pun tinggal sedikit korban pun telah banyak dipihak kita .... Jika kita bertahan begi saja tentulah se olah- olah memeram batu . sebab itu izin kan saya  pergi berperang ,saya ridho mengorban kan nyawa jika saya bertemu dengan mau sekali pun .
     Apa bila mendengar perkataan itu maka para hulubalang sekelian bertempik mengatakan ..'' Jangan Cik keluar ,selagi hayat kami dikandung badan biar lah kami yang keluar berperang .
Kemudian terjadilah cakap - cakap di antara satu sama lain riuh rendah di dalam kubu pertahan kami , dengan sekonyong - konyong kira-kira pukul tiga petang hari itu Cik Puteh kelihatan bersedia menjadi  imam perang
     Dia memakai seluwar Aceh belang merah hitam , berbaju sutra tangan pendek rambut nya terurai hingga kebetisnya, bertanjak tepelok berbenang mas serta senjata nya berkeris dan pedang serta selaras senapang .
     Oleh kerena kehebatan maka suara orang dalam kubu kami  menjadi riuh dan meransang semangat .
Diapun berkata.....'Hai Hulubalang sekelian berserah kita kepada Allah dan ikutlah saya!!!..
Maka dia pun berjalan keluar kubu berserta para hulubalang dengan tempik sorak menjadi riuh rendah bunyi nya , menuju tempat musuh yaitu orang Pahang berserta Raja Layang ditepi bukit  Timbalan ( sekarang Weld Hill nama nya )..
     Apa bila dilihat musuh kami datang ,maka keluarlah mereka menyosong nya , apalagi bertemu lah ruas dengan buku maka berperang lah dan tidak lagi saling hendap menghendap atau bertahan dalam kubu lagi.
sudah berhadapan , saling tetak menetak saling pancung memancung dan pencak silat kedua belah pihak .
kira kira pukul enam baru reda peperangan tersebut atau bersuak .
     Maksud keluar menyerang dengan langkah hendak menewaskan musuh . Apa bila perang ini bersuak berarti tiada kalah menang orang Pahang dan Raja Layang kembali ketempat pertahan nya dan begitu juga sebalik nya Cik Putih balik ke kubu dan apa yang di harap kan tiada menjadi kenyataan .
Di pihak Cik Putih sudah merasa gentar kalau - kalau musuh datang menyerang ke kubu tentu saja akan tertewas dan yang paling di risau kan ke kurangan makanan dalam kubu.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan